Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo melalui UPTD Museum Purbakala menyelenggarakan kegiatan âBelajar Bersama di Museumâ yang diikuti oleh peserta didik SMA/SMK/MA se-Provinsi Gorontalo, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan fungsi museum sebagai ruang edukasi yang tidak hanya menyimpan sejarah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang interaktif dan kontekstual.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo menegaskan bahwa museum memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. âKegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen kita bersama dalam menjadikan museum sebagai ruang belajar yang hidup, yang mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal,â ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, generasi muda perlu dibekali dengan pemahaman budaya lokal agar tetap memiliki jati diri yang kuat. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar langsung yang tidak hanya informatif, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya.
Kegiatan Belajar Bersama di Museum dilaksanakan selama tiga hari dengan menghadirkan materi berbasis budaya Gorontalo, di antaranya pembelajaran tanggomo sebagai tradisi lisan, seni pertunjukan tidi lo oayabu, serta praktik pembuatan makanan khas daerah, diniyohu. Seluruh rangkaian kegiatan melibatkan narasumber dari kalangan akademisi, maestro budaya, serta praktisi budaya.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo berharap dapat menumbuhkan rasa cinta, bangga, dan tanggung jawab generasi muda terhadap warisan budaya daerah, sekaligus mendorong museum menjadi pusat edukasi yang aktif, menarik, dan berkelanjutan.