Loading...
Aksi Bersama Di Desa Langge, Dikbud Gorontalo Ajak Remaja Hidup Sehat Untuk Cegah Stunting
2026-09-05
Aksi Bersama di Desa Langge, Dikbud Gorontalo Ajak Remaja Hidup Sehat untuk Cegah Stunting

GORONTALO — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo melaksanakan kegiatan Aksi Bersama Remaja Berkarakter, Gorontalo Bebas Stunting di Kantor Desa Langge, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Sabtu, 5 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengetahuan, kesadaran, dan perilaku hidup sehat remaja sejak usia sekolah sebagai langkah pencegahan stunting dari hulu.

Kegiatan tersebut menyasar peserta didik SMA Negeri 1 Tapa yang berasal dari Desa Langge. Selain itu, hadir pula sejumlah peserta didik SMA Negeri 1 Bulango Ulu yang juga berdomisili di Desa Langge. Dari unsur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, kegiatan dihadiri Sekretaris Dinas Siti Maria Igirisa Lahidjun yang mewakili Kepala Dinas, Kasubbag. Kepegawaian dan Umum Jefrian Akutu, serta Fungsional Widyaprada Muda Affandi Lakoro. Turut hadir Kepala Desa Langge sebagai bentuk dukungan pemerintah desa terhadap pembinaan generasi muda di wilayah tersebut.

Pemilihan remaja sebagai sasaran kegiatan memiliki arti strategis dalam upaya pencegahan stunting. Masa remaja merupakan salah satu fase penting dalam siklus kehidupan yang turut menentukan kualitas kesehatan seseorang ketika memasuki usia dewasa dan berkeluarga. Karena itu, penguatan pengetahuan dan kebiasaan sehat perlu dilakukan jauh sebelum seseorang menjadi orang tua.

Melalui materi yang diberikan, peserta diajak memahami pentingnya gizi seimbang, pencegahan anemia khususnya bagi remaja putri, tidur yang cukup, perilaku hidup bersih dan sehat, kesehatan reproduksi, serta kesiapan membangun keluarga yang sehat. Remaja juga didorong untuk memiliki kapasitas diri dan kemampuan mengambil keputusan yang sehat serta bertanggung jawab.

Urgensi penguatan tersebut semakin penting mengingat prevalensi stunting di Gorontalo masih berada pada angka 26,9 persen, lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 21,5 persen berdasarkan SKI 2023. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pencegahan stunting membutuhkan intervensi yang dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya berfokus pada periode ketika anak telah lahir.

Dalam konteks yang lebih luas, kegiatan di Desa Langge juga menjadi bagian dari implementasi Posyandu enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo merupakan salah satu OPD pengampu enam SPM dan mendorong agar transformasi Posyandu tidak hanya dipahami sebagai pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai wadah pelayanan dasar yang dilaksanakan secara terpadu.

Hal tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu, yang menempatkan Posyandu sebagai wadah partisipasi masyarakat sekaligus mitra pemerintah desa atau kelurahan dalam peningkatan pelayanan berdasarkan enam bidang SPM, termasuk bidang pendidikan. Desa Langge sendiri menjadi salah satu desa piloting pelaksanaan enam SPM di Provinsi Gorontalo.

Desa Langge menjadi salah satu ruang kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, satuan pendidikan, Posyandu, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui kolaborasi tersebut, penguatan literasi kesehatan dan pembentukan perilaku hidup sehat di kalangan remaja dapat berjalan beriringan dengan upaya kesehatan dan pelayanan dasar lainnya.

Pesan yang dibangun melalui kegiatan ini adalah bahwa pencegahan stunting dimulai jauh sebelum seorang anak dilahirkan. Upaya tersebut dapat dimulai dari remaja yang sehat, memiliki pengetahuan yang memadai, terhindar dari anemia, menerapkan pola hidup sehat, serta mampu merencanakan masa depan dan kehidupan berkeluarga secara bertanggung jawab.

Dengan semangat tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo menegaskan komitmennya untuk terus mengambil bagian dalam implementasi enam SPM melalui Posyandu. Aksi bersama di Desa Langge menjadi salah satu wujud bahwa pendidikan dapat bergerak melampaui ruang kelas dan hadir di tengah masyarakat untuk mendukung terwujudnya generasi yang sehat, berkarakter, dan Gorontalo bebas stunting.

Komentar
Chat WhatsApp Museum