PENAS 2026 Jadi Ruang Belajar Nyata Bagi Guru Dan Siswa Gorontalo, Perkuat Kompetensi Melalui Coaching Clinic Dan Pameran Inovasi
PENAS 2026 Jadi Ruang Belajar Nyata bagi Guru dan Siswa Gorontalo, Perkuat Kompetensi Melalui Coaching Clinic dan Pameran Inovasi
Guru dan siswa dari sejumlah SMA dan SMK di Provinsi Gorontalo tidak hanya mengunjungi Pameran PENAS Tani dan Nelayan XVII, tetapi juga mengikuti kegiatan coaching clinic yang memberikan pengalaman belajar langsung di luar kelas. Kegiatan ini menjadi sarana memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi, serta mengenalkan berbagai inovasi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Pendidikan yang adaptif membutuhkan pengalaman belajar yang dekat dengan dunia nyata. Melalui partisipasi dalam PENAS Tani dan Nelayan XVII yang berlangsung pada 18–26 Juni 2026 di Kabupaten Gorontalo, guru dan siswa dari SMK Negeri Model Gorontalo, SMAN 1 Bonepantai, SMKN 1 Bulango Selatan, SMKN 2 Bulango Selatan, SMAN 1 Dungaliyo, SMAN 1 Limboto, SMAN 2 Limboto, SMAN 1 Limboto Barat, SMAN 1 Tilango, dan SMAN 1 Gorontalo Utara memperoleh kesempatan untuk belajar langsung dari berbagai praktik, inovasi, dan pengalaman yang ditampilkan dalam kegiatan nasional tersebut.
Selain mengunjungi area pameran, para peserta juga mengikuti kegiatan coaching clinic yang memberikan ruang pembelajaran interaktif dan penguatan pengetahuan di bidang pertanian dan perikanan. Pengalaman ini diharapkan mampu memperkaya wawasan peserta didik sekaligus menjadi sumber inspirasi bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual, kreatif, dan relevan dengan potensi daerah. Pada kegiatan tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo turut bertugas sebagai Penanggung Jawab Stand Provinsi Sulawesi Selatan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Sudarman Samad, menegaskan bahwa pengalaman belajar langsung merupakan bagian penting dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan. “Pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Melalui kegiatan seperti PENAS, peserta didik dan guru dapat belajar dari praktik nyata, memperluas wawasan, serta membangun semangat inovasi yang akan menjadi bekal penting bagi kemajuan Gorontalo,” ujarnya.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo berharap sekolah-sekolah terus memanfaatkan berbagai kesempatan pembelajaran di luar lingkungan sekolah untuk memperkaya pengalaman belajar peserta didik. Guru diharapkan dapat mengadaptasi pengetahuan yang diperoleh melalui coaching clinic ke dalam proses pembelajaran, sementara siswa didorong untuk terus mengembangkan rasa ingin tahu, kreativitas, dan kepedulian terhadap potensi sektor-sektor strategis yang mendukung pembangunan daerah.