Penutupan Workshop, Kabid PSMA Dan Diksus: Guru Hebat Lahirkan Pembelajaran Berkualitas
Penutupan Workshop, Kabid PSMA dan Diksus: Guru Hebat Lahirkan Pembelajaran Berkualitas
GORONTALO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu pembelajaran melalui penguatan literasi, numerasi, dan pendekatan deep learning pada penutupan Workshop Penguatan Literasi dan Numerasi serta Penyusunan Perangkat Pembelajaran yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 1 Popayato Barat.
Pada kegiatan penutupan tersebut, Kepala Bidang Pembinaan SMA dan Pendidikan Khusus (PSMA dan Diksus) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Agus Sumba, hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Kepala SMA Negeri 1 Popayato Barat, panitia, narasumber, dan seluruh peserta atas komitmen, kedisiplinan, serta semangat belajar yang ditunjukkan selama workshop berlangsung. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas guru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih berkualitas.
Agus Sumba menjelaskan bahwa tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks. Oleh karena itu, peserta didik tidak hanya dituntut menguasai materi pelajaran, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, kolaboratif, serta mampu memecahkan berbagai persoalan dalam kehidupan nyata. Penguatan literasi dan numerasi, lanjutnya, harus menjadi bagian yang terintegrasi dalam setiap mata pelajaran sebagai fondasi peningkatan kualitas pembelajaran.
Ia menambahkan bahwa pendekatan deep learning yang dibahas selama workshop menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam proses belajar. Melalui pengalaman belajar yang kontekstual, reflektif, kolaboratif, dan menantang, peserta didik diharapkan mampu membangun pengetahuan secara lebih mendalam dan bermakna. Karena itu, perangkat pembelajaran yang telah disusun hendaknya tidak berhenti sebagai dokumen administrasi, melainkan menjadi panduan nyata dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas.
"Keberhasilan guru bukan diukur dari banyaknya materi yang disampaikan, melainkan dari seberapa jauh peserta didik memahami, menerapkan, dan memaknai apa yang dipelajari. Jadikan hasil workshop ini sebagai awal perubahan dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna dan berkualitas," ujar Agus Sumba.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo juga mendorong seluruh guru untuk mengintegrasikan literasi dan numerasi ke dalam setiap mata pelajaran, menerapkan pembelajaran mendalam yang mendorong peserta didik aktif berpikir dan berkolaborasi, memanfaatkan asesmen sebagai sarana perbaikan proses pembelajaran, serta memperkuat komunitas belajar guru melalui budaya berbagi praktik baik dan refleksi berkelanjutan.
Menutup sambutannya, Agus Sumba berharap Kepala SMA Negeri 1 Popayato Barat terus menindaklanjuti hasil workshop melalui supervisi akademik, pendampingan, dan evaluasi secara berkelanjutan. Menurutnya, sinergi antara sekolah, guru, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menjadi kunci dalam membangun budaya belajar yang berpusat pada peserta didik serta meningkatkan mutu pendidikan di Provinsi Gorontalo.