Guru SMAN 1 Kabila Tembus Final Teacher Tech Championship 2026 Lewat Inovasi TI SENANG
GORONTALO — Tim guru SMAN 1 Kabila, Kabupaten Bone Bolango, berhasil menembus babak final Teacher Tech Championship (TTC) 2026 melalui inovasi alat bantu pembelajaran berbasis STEM bernama TI SENANG. Kompetisi yang dipersembahkan Bakti BCA bagi guru SMA/MA di wilayah Sulawesi ini diikuti 357 pendaftar, dengan enam tim melaju ke babak final.
Tim Gorontalo terdiri atas Siti Lailan Koem dan Nover Tiara Jelita. Keduanya mengembangkan TI SENANG, singkatan dari Teknologi Inovatif untuk Sistem Pembelajaran Adaptif dan Menggembirakan, yang dirancang untuk mendukung pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan atau Deep Learning.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Sudarman Samad, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia berharap prestasi ini dapat memotivasi guru untuk terus berinovasi, mengembangkan kompetensi, serta memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik dan kondisi satuan pendidikan.
TI SENANG merupakan perangkat hybrid berbasis Internet of Things (IoT) yang menghubungkan kit eksperimen dengan platform situs website secara real time. Pengukuran menggunakan sensor, seperti sensor suhu, dapat ditampilkan langsung pada platform. Sistem ini mendukung koneksi Wi-Fi untuk penggunaan online dan Bluetooth untuk penggunaan offline, sehingga berpotensi diadaptasi oleh sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Siti Lailan menjelaskan, TTC 2026 berlangsung sekitar dua bulan melalui bootcamp daring, bootcamp luring dan semifinal di Makassar, implementasi di sekolah selama satu bulan, serta final di Jakarta. Peserta memperoleh pelatihan AI, IoT, koding, elektronika, STEM, presentasi, dan ketangguhan guru. Pada tahap final, tim menjalani penilaian microteaching di SMAN 20 Jakarta serta penjurian oleh pakar elektronika, perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan dosen pakar STEM.
Tim Gorontalo akhirnya berhasil meraih posisi Runner Up dari kegiatan tersebut. Lailan menilai kegiatan tersebut memperluas wawasan dan keterampilannya, terutama dalam pengembangan IoT yang masih tergolong baru baginya, di tengah keterbatasan peralatan robotika di daerah. Ia berpesan agar guru terus belajar dan berinovasi meskipun menghadapi keterbatasan, karena perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil.
Komentar & Diskusi
1 tanggapanSampaikan tanggapan atau pertanyaan resmi terkait publikasi ini.
Tulis Komentar
Semua komentar akan melewati tahap moderasi operator resmi sebelum ditampilkan.