Hari Keempat Aksi Bersama, Dikbud Gorontalo Perkuat Edukasi Remaja di Boalemo dan Pohuwato
GORONTALO — KAMIS, 10 SEPTEMBER 2026, rangkaian Aksi Bersama Remaja Berkarakter, Gorontalo Bebas Stunting (Tengkes) memasuki hari keempat dengan menyasar remaja putra dan putri di Kabupaten Boalemo dan Pohuwato. Kegiatan berlangsung di Kantor Desa Hungayonaa, SMAN 1 Tilamuta, dan SMAN 1 Marisa.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo turut memperkuat intervensi pendidikan melalui keterlibatan langsung dalam rangkaian kegiatan tersebut. Sasaran kegiatan diarahkan kepada remaja putra dan putri sebagai kelompok strategis dalam membangun karakter, menjaga kesehatan, serta mempersiapkan diri sebagai generasi penerus.
Kegiatan di tiga lokasi tersebut menjadi kelanjutan edukasi yang telah diberikan pada rangkaian sebelumnya. Penguatan kepada remaja mencakup pesan tentang karakter, kesehatan reproduksi, pergaulan sehat, pencegahan perilaku seksual sejak dini, serta pemanfaatan teknologi secara bijak. Karena materi telah disampaikan pada kegiatan sebelumnya, substansi edukasi diberikan secara berkelanjutan tanpa mengulang seluruh rangkaian secara detail.
Di sisi lain, TP Posyandu Provinsi Gorontalo memperkuat intervensi penanganan tengkes melalui penyaluran bantuan susu dan tas bingkisan berisi makanan bergizi. Sebanyak 193 penerima mendapatkan bantuan dalam kegiatan yang dipusatkan di Desa Hungayonaa, dengan 10 anak di Kabupaten Boalemo dan lima anak di Kabupaten Pohuwato menerima susu dan tas bingkisan, sedangkan 178 penerima lainnya memperoleh tas bingkisan.
Ketua TP Posyandu Provinsi Gorontalo, Ny. Hj. Ir. Nani Ismail Mokodongan, M.M., menekankan pentingnya mempersiapkan generasi penerus sejak dini. “Kita doakan anak-anak yang hadir sekarang ini, baik di Boalemo maupun di Pohuwato, menjadi generasi yang akan menggantikan kita. Ada yang menjadi gubernur, bupati, camat, dokter, maupun jabatan-jabatan di pemerintahan,” ujar Nani.
Bagi Dikbud Gorontalo, penguatan kepada remaja menjadi bagian dari intervensi pendidikan yang lebih luas. Pendidikan tidak hanya diarahkan pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kesadaran menjaga kesehatan, dan kemampuan remaja menghadapi tantangan perkembangan zaman.
Melalui keterlibatan Dikbud bersama TP Posyandu dan lintas sektor, edukasi kepada remaja diharapkan terus berlanjut di desa-desa piloting. Langkah ini menjadi bagian dari upaya bersama membangun generasi Gorontalo yang sehat, berkarakter, berpendidikan, dan berkualitas.
Komentar & Diskusi
0 tanggapanSampaikan tanggapan atau pertanyaan resmi terkait publikasi ini.
Belum ada komentar pada konten ini.
Jadilah yang pertama untuk memberikan tanggapan atau pertanyaan resmi melalui formulir di bawah ini.
Tulis Komentar
Semua komentar akan melewati tahap moderasi operator resmi sebelum ditampilkan.